Karna Puisi Tanpa Aksi Hanya Ilusi

December 31, 2017


Karena wanita tidak butuh sekedar janji tapi perlu aksi nyata. Wanita saat ini sudah semakin dewasa dan "berlogika", meskipun mereka masih menggunakan perasaan dalam banyak bidang, namun kini mereka tak bisa sekedar dirayu dengan gombalan murahan semata. Beranjak dari pengalaman pribadi tentang asmara terutama di tahun 2017, akhirnya muncul kalimat seperti judul diatas, tapi tidak serta merta datang begitu saja.

Yups, saya memang bukan seorang pujangga, malah jauh dari itu, menempuh pendidikan di bidang teknologi, rasanya akan sangat jauh dari hal - hal yang bersifat seperti kata maupun sastra, kesibukkan dengan codingan yang tiada henti, membuat sempat lupa untuk mengartikan code dari lawan jenis yang akhirnya hingga tulisan ini dibuat saya masih berstatus sendiri.

"Karna puisi tanpa aksi hanya ilusi" muncul karena kesadaran diri dan "sindiran hangat" dari teman - teman, senior atau kakak tingkat, hingga adik tingkat, pokok semua yang mengenal saya terutama secara pribadi. Kebiasaan membuat status di Instagram (snapgram) yang katanya "sok puitis" akhirnya membuat para warganet ikut mengomentari, baik melalui direct message di Instagram ataupun media chatting yang lain, hingga ada yang bilang secara langsung.

Beragam sekali masukkan yang didapat seperti, ada yang bilang "galau melulu", ada juga "buat buku aja", ada yang menganggap kalau itu sebuah quotes hingga akhirnya ada yang mengomentari, "percuma puisi aja". Komentar terakhir membuat saya berfikir apa maknanya. Kurang lebih 2 - 3 minggu setelah komentar itu, saya mendapat undangan untuk menghadiri pesta pernikahan seorang kakak tingkat.

Dari momen tersebut kakak tingkat saya yang dulu pacaran dengan si A ternyata malah menikah dengan si B, padahal dulu dengan si A sudah kelihatan cocok banget, namun takdir berkata lain. Hingga akhirnya saya sempat merenung sesaat di acara tersebut dan kini saya mengerti bahwa

seribu janji manis dan berjuta puisi indah gak akan ada gunakan, semua itu bakal kalah dengan sebuah aksi nyata dari seorang lelaki. Aksi yang sangat dinantikan oleh wanita sebagai tanda keseriusan dari lelaki dalam menjalin hubungan.

Kalau kata Sujiwo Tejo, "wanita memang suka ice cream dan coklat namun wanita lebih suka kepastian." 


Nah begitulah kisah munculnya kalimat tersebut, sejak saat itu akhirnya selalu saya bawa dan jadikan bio apalagi kalau sedang membahas asmara dengan siapapun.

Tapi jangan salah sangka, bahwa aksi itu ribet dan susah, aksi itu simple kok, sesimple kita ikhlas melakukan suatu hal yang berarti untuk wanita yang kita cintai, memberikan perhatian, saling mengerti dan sejenisnya.

Tulisan ini pun dibuat berdasarkan rasa cinta, ditambah saat tulisan ini sedang dibuat saya sedang jatuh cinta dengan wanita cantik yang semoga menjadi wanita yang menemani dan menghiasi sisa hidup ini. Sebagai penutup akhir tahun, saya ingin menyampaikan pesan melalui kata kepada wanita cantik disana, terima kasih telah mengenalkan kembali cinta dan kini aku jatuh cinta kepadamu, untuk saat ini dan selamanya :)

- Aditya Anugrah Pratama (31/12/17).

You Might Also Like

0 comments