Jakarta Kota Yang Dirindukan
December 29, 2017Singgah, selalu tentang sebuah persinggahan. Kota yang selalu menjadi magnet untuk segala lapisan masyarakat di Indonesia bahkan mancanegara, namun sayang hanya dapat bersinggah. Mungkin biar bisa di rindu atau merasakan rindu, aah sebegitunya engkau ingin di rindu hehe. Pertama kali aku menginjakkan kaki di kota ini dengan tujuan untuk membangun negeri. Membangun? Ralat, sepertinya lebih pantas disebut sedikit berkontribusi untuk merah putih. Bertemu dengan banyak orang penting yang selama ini bersusah payah mengibarkan Indonesia menjadi lebih tinggi lagi.
Itupun hanya singgah. Lagi - lagi tentang singgah, karena padatnya aktivitas yang engkau miliki membuat aku hanya dapat menyapamu. Sedangkan untuk mengenalmu lebih dalam aku berjanji untuk kembali suatu saat nanti. Beruntungnya, aku masih dapat kembali untuk mengenalmu dan menepati janjiku. Seperti janji kepada kekasih yang akan setia sehidup semati, maka janji padamu juga aku coba untuk ku tepati.
Namun lagi - lagi tentang persinggahan, bahkan jauh lebih singkat dari pada pertemuan kita yang kemarin. Kali ini aku datang bersama beberapa teman dengan tujuan untuk kembali belajar dari rutinitas yang engkau jalani, untuk membangun tempat asalku menjadi lebih baik lagi. Bukan karna di asal ku sangat buruk, TIDAK!!! Karna yang aku tau, saling berbagi dan berkolaborasi jauh lebih indah dari pada berjalan sendirian, bukankah kita masih satu bendera ??
Dipertemuan kali ini, engkau tunjukan padaku sepenggal sejarah tentangmu, bercerita bahwa engkau ada karna suatu sebab, alasan dan tujuan. Katamu, terkadang kita perlu melihat ke belakang untuk mengingatkan akan masa depan yang ingin kita capai. Hmm, sungguh bukan hal yang mudah untuk mengenalmu. Mungkin ini yang membuatmu menjadi magnet cinta yang selalu dirindukan. Mungkin juga yang membuat banyak orang menyerah padamu.
Tak ada hasil yang indah tanpa perjuangan, toh kalau mau mendapat berlian kita harus berani menyelam ke laut yang dalam, maka tak ada alasan untuk menyerah padamu. Kota tua tak selamanya tua, mungkin itu hanya nama. Sepenggal aktivitas muda - mudi terjadi disini, menunjukan bahwa tua tak selamanya dilupakan. Justru karna tuamu mampu menjadikan tempat ini menjadi lebih indah dengan gayanya sendiri.
Banyak sepada tua warna - warni berlalu lalang, mengendarai dengan penuh tawa dan ceria. Ada yang seperti sepasang kekasih, ada juga yang malu - malu kucing. Beberapa pedagang tradisional tak kalah meramaikan lokasi ini, ada juga tempat seperti cafe dengan gaya old untuk memperkuat keramaian tempat ini atau sekedar untuk menikmati beberapa menu yang tersedia. Hingga menjadi tempat upacara hari nasional.
Nah, karna kebetulan ada acara upacara nasional ketika aku singgah, maka kesempatan untuk mengenalmu hanya sekilas saja. Interaksi dengan warga lokalpun menjadi pilihan dengan harapan dapat mengenalmu lebih dalam lagi. Keramah tamahan Kota Tua Jakarta membuat diri tak ingin untuk beranjak pergi, namun perjalanan harus kembali dilanjutkan. Masih dikota yang sama, karna hati belom puas untuk mengenalmu.
Mencoba mengenalmu melalui sudut pandang yang berbeda. Banyaknya bangunan megah dan menjulang tinggi merupakan ciri khasmu, mungkin disana aku akan mendapat beberapa hal yang baru. Sayangnya tidak terlalu banyak informasi yang aku dapat darimu. Engkau memang pintar jual mahal, membuat semua orang semakin penasaran atas informasi yang engkau berikan. Hingga saat aku harus melanjutkan kembali perjalanan ke kota sebelah, engkaupun tetap diam sambil tersenyum.
Oooh sial, engkau membuatku harus kembali berjanji. Jakarta, "engkau" kota yang selalu punya daya tarik tersendiri, membuat semua orang jatuh hati karnamu. Kemegaham monas, indahnya budaya, makanan tradisional (bala - bala telah membuatku jatuh hati), hingga polemik kehidupan membuatku ingin mengenalmu lebih dalam. Jakarta "engkau" mengajarkanku bahwa persinggahan selalu menimbulkan rasa rindu, terima kasih atas kisah yang telah tercipta. Aku pasti kembali :)

0 comments