Malang, Kota Pertama Yang Penuh Cerita #Traveler
March 11, 2018My Trip My Advendture, this is my Journey hingga bolang yuk. Slogan yang pastinya sering sobat dengar dari televisi, media cetak hingga seorang kawan. Pergi jalan - jalan jauh dikit sudah ngomongnya ngetrip, liburan akan tiba ajakan "ngetrip yuk" mulai bertebaran di jejaring sosial hingga pesan singkat.
Bahkan istilah keren muda mudi jaman sekarang untuk ngajak temen - temen kumpul hangout yuk. Untuk persoalan hangout, okelah itu kata yang cukup keren tapi kalau trip ?? Hingga saat ini saya belum sepenuhnya tau "makna ngetrip yuk".
Jika sobat nyoba searching di google makna kata tersebut, tentu akan muncul banyak sekali definisi dari beberapa pakar bahkan pendapat publik. Tapi bagi saya pribadi, trip adalah sebuah perjalanan yang menyenangkan dengan orang - orang tersayang disekitarnya. Jauh atau dekat tidak menjadi hitungan yang penting happy.
Beberapa waktu lalu Trip saya baru dimulai, tentunya bersama h4ndsome hehe. Kenapa pada perjalanan kali ini baru saya sebut trip ? Karena saat itu kami benar - benar happy. Bukan berarti perjalanan kami sebelumnya tak menyenangkan namun kali ada yang berbeda, benar - benar happy.
Oh ya h4ndsome bukan nama boyband atau kelompok alay apalagi geng motor, itu hanya sebuah sebutan untuk 4 orang sahabat yang memiliki tujuan yang sama dan bertemu ditempat yang istimewa. Semoga saja bisa lanjut menjadi sebuah startup, Amiin.
Tujuan ngetrip kali ini masih berada di wilayah Jawa Timur, yup kota Apel. Kota ini seperti memiliki magnet tersendiri bagi parawisataan untuk berlama - lama hingga tinggal di kota ini, baik mancanegara maupun wisatawan lokal.
Banyak sekali moment yang tercipta, banyak pula tempat yang kami kunjungi. Rasanya tak pernah cukup untuk menceritakan semua kisah indah itu dalam satu postingan, maka akan kami rangkum menjadi 4 destinasi yang patut sobat kunjungi jika berada di kota ini dan sekitarnya.
1. Taman Safari Indonesia II
Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Dari nama lokasinya sudah jelas bahwa sobat akan bertemu dengan berbagai satwa dari Indonesia hingga ujung dunia, bahkan satwa langkah dapat soabt temukan disini. Karena waktu itu kami naik motor, maka kami akan menggelilingi satwa dengan naik bus yang telah disediakan.
Disini sobat dapat memberi makan satwa secara langsung karena dalam rute pertama ini para satwa dibebaskan dari kandang dan dapat mendekat sedekat - dekatnya dengan kendaraan sobat. Eiiits ingat saat memasuki satwa liar harap tutup jendela kendaraan sobatnya, tapi kalau mau bersalaman dengan Singa ya monggo dibuka hehe (Resiko ditanggung penumpang).
Untuk lebih aman, taati saja deh peraturan yang sudah tertera disetiap rute dan wahana yang ada. Kami kan mau liburan bukan mencari masalah hihi. Puas berkeliling, kini banyak sekali wahana yang siap untuk kami nikmati satu persatu, yyeaah.
Capek ? Jangan dulu deh ada masih banyak Cinema dan penampilan khusus dan menarik dari destinasi pertama kami ini looh, seperti pertunjukan lumba - lumba, cinema 6D dan lain sebagainya. Tentunya ada wahana airnya juga lohh hehe (ini yang paling saya tunggu - tunggu). Safari Water World, bertemu dengan air, berenang, mencoba semua yang seluncur yang ada hmmm merupakan kegiatan yang dapat menghilangkan penat deh.
Badan mulai lemas, udara semakin dingin, hari semakin malam ternyata kami baru sadar bahwa perut kami belum mendapatkan konsumsi (Keasyikkan bermain sih hehe). Akhirnya bermain air kami sudahi dan lanjut mencari makanan "murah" untuk mengganjal perut ini. Jam tangan sudah menunjukan pukul 17.00 WIB, yang artinya kami harus move on ke tempat lain. Kemana ya enaknya ?
Perut memang gak pernah bisa bohong, walaupun bibir belum mau makan tapi perut selalu menabuh drumnya untuk mengingatkan bahwa harus mendapatkan asupan energi. Ditambah hujan yang perlahan - lahan tapi pasti mulai turun dengan derasnya membuat udara semakin dingin dan semakin keroncongan.
Badai pasti berlalu, ribuan kilopun akan kutempuh, gunung akan kudaki, lautan apikan kusebrangi maka hujan deraspun bukan menjadi masalah yang serius. Jelas arah perjalanan kami sekarang menuju sebuah cafe di daerah Malang, tepatnya sekitar Universitas Brawijaya.
Sampai tujuan kamipun dalam kondisi basah, mamel, basah kuyup beragam deh hehe. Namanya juga perjalanan pasti kami akan bertemu beberapa orang baru dong, nah disinilah tempatnya. Bunga dan Oliv sahabat dekat salah seorang dari h4ndsome yang kini telah menjadi teman tiga h4ndsome lainnya.
Kopi panas, ice cream, teh, dan coklat menjadi penghangat kami waktu itu. Canda tawa yang berawal dari perkenalan singkat menjadi suasana semakin hangat bahkan meleleh hingga kamipun tak sadar bahwa waktu menunjukan semakin malam saja.
Namun mata rasanya tak ingin dipejamkan karena tak ingin melewatkan banyak momen indah di kota tetangga ini. Tak bisa ditolak Oliv dan Bunga harus kembali pulang dan kami harus mulai mencari tempat untuk istirahat.
Beruntung saat keluar dari cafe hujan perlahan reda. Bermodal info dari Bunga kami mencari tempat singgah atau homestay disekitar UB (Universitas Brawijaya). Ada sih yang harganya murah saat di telpon eh berbeda dengan info yang kami miliki.
Google Maps, entah kemana kami akan memjamkan mata jika tak ada apps tersebut. Mencoba dari satu pintu ke pintu, alhasil kami berhasil mendapat homestay yang sesuai. Sesuai dengan kantong dan kondisi hehe.
30 menit istirahat dihomestay, lelahpun mulai berkurang kamipun kembali melanjutkan perjalnaan. Kuliner malam - malam tapi yang murah hehe. Didepan gang terdapat nasi goreng yang enak dan murah, pas banget deh.
Sayang cuaca memaksa kami untuk kembali kehomestay dan beristirahat. Kamipun terpaksa menunda perjalan ini hingga matahari kembali menampakan diri. Entah karena lelah atau emang "kebo" kamipun bangun sekitar pukul 6.30 WIB
Perjalanan harus tetap berlanjut, segera mandi, makan, bersih - bersih, check out deh dari homestay dan lanjutkan perjalanan singkat ini. Pagi ini kami tak lagi berempat karena kami akan ditemani tour giant profesional yang tak lain adalah Bunga, wanita yang baru bertemu semalam.
Jangan ngaku anak traveler kalau gak tau destani ini. Memang terbilang bukan lokasi yang "baru" namun tetap memiliki keindahan tersendiri bagi para wisatawan. Melihat kota dari sudut pandang yang berbeda.
Butuh pengorbanan untuk dapat mencapai lokasi ini. Karena lokasi yang cukup tinggi memaksa kendaraan kami untuk bekerja jauh lebih keras dari biasanya. Hingga dibeberapa titik salah seorang dari kami mengalami masalah mesin.
Nah, background kami yang bukan anak mesin, tak pernah "tau" bagaimana suatu mesin motor tapi kami dipaksa untuk tau itu semua. Beruntung motornya gak terlalu bandel sehingga kami segera tau masalah yang dialami. Rantai kendur merupakan masalah klasik para pengguna motor.
Abrakadabra, selesai deh masalahnya untuk saat itu. Perjalanan kembali dilanjutkan dan sampailah di Gunung Banyak atau yang lebih dikenal banyak orang sebagi wisata Paralayang lengkap dengan Omah Kayu nya.
Ketinggian kurang lebih 1315 mdpl mampu memberikan pertunjukan indah kota ini dan memanjakan mata. Sekedar mengingatkan lokasi ini berada di kawasan kota Batu ya sob. Yang mau terjun dengan paralayang ? Menikmati indahnya kota dengan berkeliling diudara merupakan suatu momen yang indah.
Atau hanya sekedar duduk santai menikmati indahnya alam, atau hanya foto selfie dan posting di sosmed dengan kata - kata mutiara ? Semua itu dapat dilakukan disini. Lanjut ke lokasi sebelah yakni Omah kayu.
Ada yang pernah bermimpi ingin memiliki rumah diatas pohon lengkap dengan indahnya alam disekitarnya ? Hal tersebut akan menjadi kenyataan dilokasi ini. Disini kami mencoba memasuki dan berkeliling tak lupa juga untuk selfie ya hehe.
Oh ya omah - omah disini bener - bener dari kayu dan diatas pohon loh soh. Oleh karena itu, untuk setiap omah yang dimasukki maksimal 6 orang ya sob. Udara yang segar dengan agin yang semilir - milir berhembus hhmm membuat suasana disini semakin nyaman saja.
Mataharipun semakin tinggi menunjukan bahwa kami harus segera beranjak pergi dari tempat ini. Kemana lagi ya ? Menjelang siang gini enaknya mencari es yang seger gitu ya hehe. Jangan lupa juga memperbaiki dulu motor di bengkel yang telah buka nih.
4. Alun - Alun Batu - Malang
Saat kami sampai di alun - alun kota Batu waktu telah menunjukan untuk kembali menunaikan ibadah Dzhuhur. Masjid yang megah mampu memberikan nuasa yang khitmat dalam memanjatkan doa. Lagi lagi perut gak pernah bisa bohong, kuliner menjadi langkah perjalanan kami selanjutnya.
Bakso dan es jeruk menjadi penyegar dan penghilang lapar kala itu. Tenaga telah terisi, mesin motor telah diperbaiki langkahpun kembali dilanjutkan hingga tak terasa langkah kami telah menginjak kota tetangga, alun - alun kota Malang.
Mungkin ini menjadi destinasi terakhir kami saat itu. Duduk santai setelah berkeliling dengan ice cream ditangan menjadi kegaitan kami waktu itu. Melihat aktifitas masyarakat lokal dan mancanegara, bahkan terdapat beberapa komunitas, anak muda yang lagi pacaran atau jalan - jalan menjadi pemandagan yang indah di kota itu.
Magrib, menjadi waktu pemisah kami antara h4ndosome, Bunga, Oliv dan indahnya kota - kota yang telah kita lewati. Terima kasih untuk kisah yang pernah tercipta, terima kasih untuk waktu yang pernah tersedia, terima kasih untuk masyarakat yang baru berjumpa hingga seorang teman yang mau menjadi tour giant.
Terima kasih semuanya, Gresik - Surabaya - Sidoarjo - Pasuruan - Malang - Batu, tunggu kami kembali lagi dengan kisah yang berbeda, yang lebih menarik dan tak mudah terlupa dalam kenangan. Kami pamit kembali ke aktivitas yang telah menunggu.
Butuh pengorbanan untuk dapat mencapai lokasi ini. Karena lokasi yang cukup tinggi memaksa kendaraan kami untuk bekerja jauh lebih keras dari biasanya. Hingga dibeberapa titik salah seorang dari kami mengalami masalah mesin.
Nah, background kami yang bukan anak mesin, tak pernah "tau" bagaimana suatu mesin motor tapi kami dipaksa untuk tau itu semua. Beruntung motornya gak terlalu bandel sehingga kami segera tau masalah yang dialami. Rantai kendur merupakan masalah klasik para pengguna motor.
Abrakadabra, selesai deh masalahnya untuk saat itu. Perjalanan kembali dilanjutkan dan sampailah di Gunung Banyak atau yang lebih dikenal banyak orang sebagi wisata Paralayang lengkap dengan Omah Kayu nya.
Ketinggian kurang lebih 1315 mdpl mampu memberikan pertunjukan indah kota ini dan memanjakan mata. Sekedar mengingatkan lokasi ini berada di kawasan kota Batu ya sob. Yang mau terjun dengan paralayang ? Menikmati indahnya kota dengan berkeliling diudara merupakan suatu momen yang indah.
Atau hanya sekedar duduk santai menikmati indahnya alam, atau hanya foto selfie dan posting di sosmed dengan kata - kata mutiara ? Semua itu dapat dilakukan disini. Lanjut ke lokasi sebelah yakni Omah kayu.
Ada yang pernah bermimpi ingin memiliki rumah diatas pohon lengkap dengan indahnya alam disekitarnya ? Hal tersebut akan menjadi kenyataan dilokasi ini. Disini kami mencoba memasuki dan berkeliling tak lupa juga untuk selfie ya hehe.
Oh ya omah - omah disini bener - bener dari kayu dan diatas pohon loh soh. Oleh karena itu, untuk setiap omah yang dimasukki maksimal 6 orang ya sob. Udara yang segar dengan agin yang semilir - milir berhembus hhmm membuat suasana disini semakin nyaman saja.
Mataharipun semakin tinggi menunjukan bahwa kami harus segera beranjak pergi dari tempat ini. Kemana lagi ya ? Menjelang siang gini enaknya mencari es yang seger gitu ya hehe. Jangan lupa juga memperbaiki dulu motor di bengkel yang telah buka nih.
4. Alun - Alun Batu - Malang
Saat kami sampai di alun - alun kota Batu waktu telah menunjukan untuk kembali menunaikan ibadah Dzhuhur. Masjid yang megah mampu memberikan nuasa yang khitmat dalam memanjatkan doa. Lagi lagi perut gak pernah bisa bohong, kuliner menjadi langkah perjalanan kami selanjutnya.
Bakso dan es jeruk menjadi penyegar dan penghilang lapar kala itu. Tenaga telah terisi, mesin motor telah diperbaiki langkahpun kembali dilanjutkan hingga tak terasa langkah kami telah menginjak kota tetangga, alun - alun kota Malang.
Mungkin ini menjadi destinasi terakhir kami saat itu. Duduk santai setelah berkeliling dengan ice cream ditangan menjadi kegaitan kami waktu itu. Melihat aktifitas masyarakat lokal dan mancanegara, bahkan terdapat beberapa komunitas, anak muda yang lagi pacaran atau jalan - jalan menjadi pemandagan yang indah di kota itu.
Magrib, menjadi waktu pemisah kami antara h4ndosome, Bunga, Oliv dan indahnya kota - kota yang telah kita lewati. Terima kasih untuk kisah yang pernah tercipta, terima kasih untuk waktu yang pernah tersedia, terima kasih untuk masyarakat yang baru berjumpa hingga seorang teman yang mau menjadi tour giant.
Terima kasih semuanya, Gresik - Surabaya - Sidoarjo - Pasuruan - Malang - Batu, tunggu kami kembali lagi dengan kisah yang berbeda, yang lebih menarik dan tak mudah terlupa dalam kenangan. Kami pamit kembali ke aktivitas yang telah menunggu.

0 comments