Lebar-an TA-hun Ini #2017
March 11, 2018
Tuhan, ini soal cinta bukan soal menikah. Menikah adalah soal nasib, tapi mencintai adalah soal martabat. Quotes diatas diciptakan oleh seniman ternama Indonesia yang akrab disapa dengan sebutan mbah Tejo alias Sujiwo Tejo sang dalang edan hehe. Semoga quotes tersebut selaras dengan pembahasan pada postingan ini, sekalipun tidak, semoga mampu menjadi pemanis untuk memulai membaca postingan ini. Semoga lebar-an kali ini bisa menambah berat badan dan menyelesaikan TA diTA-hun ini, aamin.
Lebaran tahun ini memang terasa sangat berbeda dengan semua tahun sebelumnya. Petasan dan takjil menjadi menu atau penghias indahnya bulan suci ramadhan lengkap berkumpul dengan keluarga untuk berbuka puasa bersama. Padatnya kegiatan penulis membuat lebaran kali ini hampir jauh dari semua itu. Awal puasa, penulis tidak dapat berbuka puasa di rumah dikarenakan ada kewajiban untuk pergi keluar kota, hal tersebut berlaku hingga h-3 lebaran.
Kurang lebih 1 bulan kemarin rumah hanya untuk menjadi tempat singgah sesaat, benar - benar sesaat dimana pulang sangat larut malam bahkan dini hari dan haru kembali beraktifitas dimana rata - rata orang sedang tertidur pulas. Yups di rumah hanya dapat beberapa jam saja, untuk tidur sesaat, mandi dan ganti baju hehe.
Bukan tanpa alasan semua itu dilakukan, karena banyak sekali deadline pengumpulan laporan tugas kuliah terutama kerja praktik (KP) yang harus segera dilaksanakan maka begadang hingga sahur bahkan selepas subuh baru tidurpun harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Serunya bermain petasan diganti dengan serunya melihat revisi berulang kali, serunya mencari dan berbagi takjil tergantikan dengan serunya mencari kertas untuk mencetak hasil laporan yang sudah direvisi, serunya dapat undangan bukber dari teman - teman SD,SMP dan SMK terganti dengan serunya bertemu dosen pembimbing dan mendapat acc.
Banyak hal baru yang penulis baru sadari ternyata itu semua tak mungkin didapatkan di lain kesempatan. Sebab jika semua kesibukan itu, termasuk ngurus organisasi kampus atau kegiatan diluar kampus, terjadi bukan di bulan ramadhan pasti akan menjadi cerita yang berbeda. Kesibukkan tersebut mengajarkan bahwa berbuka puasa tidak harus dengan yang mewah atau yang manis, karena melihat dia aja sudah semanis madu, #hust. Tapi benar berbuka puasa dengan gorengan dan teh hangat yang disediakan panitia mushola kampus menjadi salah satu menu buka yang spesial. Berbagi gorengan dengan teman - teman, datang harus benar - benar tepat waktu biar gak kehabisan karena mesikupn terdapat banyak gorengan penulis yakin hanya butuh waktu 15 menit untuk menghabiskannya, itu batas maksimal.
Bertemu dengan orang baru, adat baru, kultur baru sudah menjadi kewajiban ditengah - tengah kesibukan tersebut. Hingga h -3 lebaran semua itu terjadi disetiap harinya bahkan budaya negeri kita yang belanja baru dan berebut banyak diskon yang ada tidak dapat penulis lakukan. Hingga akhirnya hari kemenangan pun tiba. Hari yang benar - benar kita menangkan dan semoga kembali fitri. Semua itu dapat dilakukan bukan karena terpaksa atau alasan lain, melainkan hanya hanya satu unsur cinta. Cinta tidak perlu pengorbanan, begitu merasa berkorban, berarti kamu sudah tidak cinta. begitulah makna cinta.
Mungkin orang lain melihat kita sedang melakukan pengorbanan, tidak. Biarkan mereka menilai seperti itu, tapi yang sesungguhnya itu bukan berkorban tapi itu cinta. Selama kurang lebih sebulan ini (saat ramadhan) penulis memang jarang belajar agama didalam masjid - masjid atau mendengarkan ceramah yang ada di beberapa titik kota. Tapi dari pengalaman dan peristiwa yang dialami penulis perlahan tau sepenggal makna hidup hingga urusan agama. Sebagai penutup penulis mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, minal aidzin wal faidzin. Semoga dapat bertemu di ramadhan berikutnya, semoga blog ini menjadi wadah untuk menambah wawasan, walaupun blog ini dilahirkan dengan alasan sebagai curhatan dari penulis, dan bagi yang galau karena saat lebaran bertemu dengan keluarga besar dan menerima pertanyaan dimana pasangannya ? lalu bingung mau menjawab apa, silahkan kunjungi website qtaaruf.com dan silahkan dikepoin atau juga dapat menjawab dengan quote berikut "Menghina tuhan itu gak harus nginjek- injek alquran, gak harus nginjek- injek injil gak harus main - mainin nama nabinya. Tapi besok kita khawatir gak bisa makan, besok kita khawatir gk punya jodoh, besok kita khawatir skripsi gak selesai, besok kita khawatir jodoh kita siapa itu sudah menghina tuhan."

0 comments