What makes a good life? #TED
March 11, 2018
Hobi galau ? Habis diputusin pacar atau memiliki kekasih tapi merasa gak bahagia bahkan terasa dikekang atau diatur - atur gitu. Tenang saya juga pernah mengalaminya hehe, itulah lika - liku hidup. Beruntung itu sudah berlalu hehe. Naik turunnya suatu hubungan terjadi karena orang - orang yang berada dalam hubungan itu sendiri, bukan karna orang lain.
Ada orang selingkuh, ada orang yang pacaran tapi berantem melulu, ada komunitas yang kurang kompak dan sering miss communication dalam menyelenggarakan suatu acara juga murni karna orang - orang yang terlibat disana. Kenapa bukan salah orang lain ? Contoh sederhananya saat pacar anda selingkuh dengan orang lain hal ini menunjukan bahwa pasangan anda ternyata tidak sepenuhnya sayang dengan anda, benar bukan ?
Sebab ketika dia sayang dan benar - benar cinta, orang model apapun gk akan berhasil untuk menggodanya apa lagi merebutnya dari anda. Dan saat pasangan anda meninggalkan anda karna orang lain harusnya bersyukurlah karna tuhan telah menunjukan sifatnya sebelum terlambat hehe. Masih gak percaya ? atau bingung ? Contoh lain saat ada memiliki pasangan, kenapa kok sering berantem malah bahkan lebih percaya sama sahabat dari pada pasangan sendiri, wah kenapa tuh ? Bisa karna kurang terbuka, baru jadian atau karna alasan lain. Yang jelas banyak alasannya yang membuat hubungan itu sendiri gak bahagia.
Oleh sebab itu penelitian yang dilakukan Robert Waldinger tentang good life mengatakan bahwa terdapat 3 macam yang membuat hubungan itu menjadi baik dan bahagia. Sangat sederhana menurut saya dan saling berkaitan, yakni :
- Hubungan sosial sangat baik bagi kita dan kesepian dapat membunuh.
- Bukanlah tentang teman yang anda miliki, atau apakah anda beranda dalam hubungan yang mengikat, namun kualitas hubungan andalah yang paling penting.
- Bubungan yang baik tidak hanya melindungi tubuh, tapi melindungi otak kita juga.
Lihat betapa indahnya hidup ini jika kita dapat memilikinya, bukan melulu tentang kemewahan atau kekuasaan lebih dari itu, bahkan 3 hal tersebut dapat diringkas menjadi satu kata yakni "cinta". Tanpa kasih sayang, cinta dan ketulusan hubungan yang bahagia tidak akan tercipta. Tapi jangan salah sangka bahagia menurut orang - orang memiliki definisi yang berbeda - beda.
Jangan mengira hubungan yang mulus itu selalu bahagia begitupun sebaliknya. Terdapat hubungan yang sering terjadi perdebatan disetiap harinya, omel - omelan tapi selama mereka dapat saling mengandalkan atau percaya satu sama lain, pertengkaran tersebut tidak ada arti, hanya menjadi hiasan dalam hubungan yang indah.
Mungkin kita harus kembali mengingat nasehat yang sudah lama ada, mengapa susah untuk didapat dan mudah untuk diabaikan? bahwa orang yang bahagia adalah mereka yang menyandarkan diri (percaya) pada hubungan baik kepada keluarga, teman hingga komunitas.
So, "Tak ada waktu, hidup terlalu singkat untuk pertengkaran, kata maaf, dendam, perhitungan. Hanya ada waktu untuk mencintai, namu itupun sangat singkat." Hidup yang baik dibangun dengan hubungan yang baik. Dan..
Ah, Marimba rumpun bambu berdaun salju kau berkata: pacaran bukanlah pengadilan kau tak perlu membuktikan segalanya "Cinta adalah ketika kuaat kau rasakan kehadiran tuhan dalam diri kekasih". Terima kasih.

0 comments