Your body language may shape who you are #TED

March 11, 2018


Bahasa merupakan cara kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sedangkan komunikasi adalah cara kita berinteraksi dengan lawan bicara. Ada juga yang disebut ekspresi yang secara sadar atau tidak akan kita lakukan ketika kita sedang bahagia, menang, sedih apalagi saat patah hati. Namun pernahkah kita sadar bahwa kita memiliki sikap atau bahasa tubuh yang sangat menarik. Sikap tersebut dapat kita katakan sebagai nonverbal, yang pastinya memiliki dampak ketika kita bertemu dengan lawan bicara.

Terkadang kita menyilangkan kaki atau lengan bahkan memegang leher seperti orang sedang gelisah dimana saat itu kita berada diposisi sebagai low power, berbeda dengan sikap high power yang kita lebih percaya diri dan terbuka dalam bersikap. Apakah semua itu menjadi masalah ? Mungkin pertanyaan yang tepat adalah "apakah sikap nonverbal kita mempengaruhi bagaimana pikiran dan perasaan kita tentang diri sendiri?".  Tentu saja, Amy Cuddy juga berpendapat demikian, bahkan judul postingan kali ini adalah teori dari beliau.

Your body language may shape who you are merupakan topik yang sangat menarik untuk dibahas. Seperti halnya terkadang mahasiswa sering merasa berada atau masuk ke jurusan yang tidak tepat. Dengan alasan yang bermacam - macam hingga argumen yang tidak masuk akal. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? Bukankan kita berada diposisi saat ini karna ada suatu alasan. Oleh karna itu yakin kan diri kita bahwa kita memang pantas dan pantas dan disinilah tempat kita, jurusan kita.

Mulailah dengan berpura - pura bahwa sobat memang pantas disini dan layak berada disini. Dan sobat akan melakukan hal yang harus dilakukan, menjadi lebih kuat, menjadi yang terhebat bahkan menjadikan orang yang dulunya gak sadar dengan keberadaan sobat menjadi kagum. Hingga akhirnya sobat tidak berpura - pura tapi telah berubah menjadi lebih baik lagi bahkan sangat baik. Hanya dua menit, dua menit dan dua menit. Try a power pose, seperti membuka tangan lebar - lebar seperti huruf v atau menekuk lengan seperti wonderwoman style. Sobat dapat melakukannya dimana saja, ditoilet, dikamar, di lift bahkan dikelas sekalipun.

Menurutnya kita hanya memerlukan waktu dua menit untuk dapat berubah menjadi lebih baik. Perubahan kecil dapat membawa perubahaan yang besar. Dalam waktu dua menit kita diminta untuk mengatur otak sebelum memasuki situasi yang cukup menegangkan. Sehingga kita dapat mengahadapi situasi tersebut dengan kemampuan terbaik. Menaikkan testosteron (merupakan hormon yang mendominasi) kita dan menurunkan kortisol yang merupakan hormon stres.

Dan jangan pernah merasa seperti "Aduh, tadi saya tidak menunjukan siapa saya yang sebenarnya"; tapi selalu merasa "Oh, saya sungguh merasa bahwa saya telah mengatakan siapa saya dan menunjukan siapa saya". Mereka hanya perlu tubuh mereka, sedikit keleluasaan pribadi dan dua menit dan ini secara signifikan dapat meningkatkan pencapaian dalam hidup mereka.

Sebagai penutup postingan ini, Amy Cuddy juga berpesan bahwa Don't fake it'till you make it. Fake it 'till you become it. Thank you.

You Might Also Like

0 comments